Pengendalian Hama Tikus Di subak Puakan, Penebel Tabanan

Sosialisasi Pengendalian Populasi Tikus di Subak Puakan dalam Upaya Peningkatan Hasil Produksi Pertanian Tanaman Pangan Berkelanjutan
Tengkudak- UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPTD BPTPH) dibawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali melaksanakan acara sosialisasi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) di Subak Puakan, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel pada Kamis (25/3/21).
Acara sosialisasi dihadiri oleh Wayan Adnyana, perwakilan Ka. UPTD BPTPH, I Gst. Pt. Purnayasa yang merupakan Kordinator PHP Kabupaten Tabanan, Plt. Kasi Produksi pada Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, PHP-POPT Kecamatan Penebel, PPL Pertanian yang mewilayahi Subak Puakan, Perbekel Desa Tengkudak, Pengurus dan perwakilan anggota Subak Puakan.
Semua peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut diwajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah, mulai dari penggunaan masker, mencuci tangan dan sanitasi tangan dengan desinfektan yang telah disediakan oleh Panitia kegiatan serta dengan mengatur jarak duduk peserta.
Kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan di Balai Subak Puakan tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 wita. Acara diawali dengan pembukaan oleh pekaseh Subak Puakan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Perbekel Desa Tengkudak, I Ketut Suartanca
Perbekel Desa Tengkudak menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Tengkudak akan senantiasa mendukung segala kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di wilayah desa Tengkudak melalui fasilitasi dan program kegiatan yang bisa didanai oleh desa melalui APBDes.
“Kami dari desa akan selalu berupaya menampung dan mewujudkan aspirasi warga desa Tengkudak khususnya para petani yang ada di semua subak di wilayah Desa Tengkudak dengan tetap mengedepankan asas skala prioritas. Apalagi dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan Bapak Bupati Tabanan, Pak Komang Sanjaya, beliau selalu menekankan kepada kami agar pemanfaatan dana desa tersebut semaksimal mungkin agar bisa digunakan untuk pembangunan kesejahteraan rakyat sesuai dengan Asta Program yang beliau rancang dalam Visi dan Misi Tabanan Era Baru, Tabanan yang aman, Unggul dan Madani” ucapnya.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari UPTD BPTPH dan Kordinator PHP. Kabupaten Tabanan. Disampaikan dalam penjelasannya saat memaparkan materi, Wayan Adnyana narasumber dari UPTD BPTPH mengungkapkan bahwa petani dalam menanggulangi hama dan penyakit pada tanaman, khususnya pada tanaman padi harus jeli dalam melakukan identifikasi terhadap penyebab serangan sehingga bisa mengambil tindakan yang tepat dalam melakukan penanganannya.
“Dibutuhkan kejelian dalam mengidentifikasi penyebab penyakit dalam tanaman padi agar bias melakukan penanganan yang tepat. Tepat sasaran, tepat mutu pestisida, tepat jenis pestisida, tepat waktu penggunaan, tepat dosis, dan tepat cara penggunaan” demikian ungkapnya.
I Gst Pt Purnayasa, Koordinator PHP Kabupaten Tabanan menambahkan dalam pemaparannya bahwa ada berbagai kekeliruan dalam kebiasaan petani saat menanam padi. Kebiasaan tersebut berdampak tidak baik terhadap kesehatan tanaman padi . Disamping dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan juga akan menimbulkan penyakit pada tanaman padi.
“Petani saat ini cendrung melakukan proses olah tanah untuk menanam padi dengan tempo yang sesingkat-singkatnya karena berbagai kesibukan lain yang harus dilakukannya. Jadi begitu usai menanam, tanaman padi tidak dipelihara dan dirawat sebagaimana mestinya. Hal ini menyebabkan berkembangnya berbagai penyakit dan gangguan dalam pertumbuhan padi” jelas Gusti Putu Purnayasa kepada anggota Subak Puakan.
I Gst Pt. Purnayasa juga menyampaikan dalam acara sosialisasi tersebut untuk mencegah dan mengurangi perkembangbiakan hama dan penyakit padi, petani juga…